-15%
Terlaris
Khasiat/manfaat wedang uwuh minuman tradisional
Rp 12.750
Rp 15.000
Selain gudeg, salah satu kuliner khas Yogyakarta adalah wedang uwuh. Minuman yang disajikan saat panas atau hangat dan berbahan herbal ini dipercaya kaya khasiat. Uniknya, dalam bahasa Jawa, wedang berarti minuman hangat, sedangkan uwuh berarti sampah. Maklum, bahan-bahan untuk meracik minuman ini menyerupai sampah organik seperti daun-daun dan biji-bijian kering.
Saya sempat merasakan hangat manisnya wedang uwuh di sebuah rumah makan bakmi Mbah Mendes di kawasan Maguwoharjo, Yogyakarta. Karena itu adalah pertama kalinya saya minum wedang uwuh, ada sensasi tersediri merasakan rasa baru yang belum pernah dikecap lidah saya sebelumnya. Rasanya manis, sedikit pedas, dan hangat. Selain itu, aroma harum herbalnya pun sangat kuat.
Bahan-bahan wedang uwuh terdiri atas jahe; kayu secang; bunga dan batang cengkeh; kayu dan daun kayu manis; biji dan daun pala; akar dan daun sereh; serta kapulaga. Cara penyajiannya, bahan-bahan tersebut diseduh di gelas berisi air panas. Agar aromanya kuat, gelas itu ditutup hingga beberapa menit. Warna air panas itu pun berubah merah karena warna secang yang mulai larut. Jika ingin rasa manis, kita bisa menambahkan gula batu sesuai selera. Tenang saja, gula batu memberi rasa manis, tapi sama sekali tidak mempengaruhi rasa herbal wedang uwuh.
Bicara soal khasiat wedang uwuh, seperti dilansir wikipedia, tentu saja itu bersumber dari bahan-bahannya yang memang kaya manfaat. Jahe yang memiliki kandungan antikoagulan (anti penggumpalan darah) dapat mencegah tersumbatnya pembuluh darah penyebab utama stroke dan serangan jantung. Jahe juga bisa menurunkan kadar kolesterol dengan mengurangi penyerapan kolesterol dalam darah dan hati. Selain itu, jahe mampu merangsang kelenjar pencernaan, baik untuk menggugah selera makan, memperkuat lambung, dan memperbaiki pencernaan. Aroma harum khas jahe berkhasiat mencegah dan mengobati mual dan muntah karena jahe bisa mengeblok serotin, yaitu senyawa kimia yang dapat menyebabkan perut berkontraksi sehingga timbul rasa mual.
Sedangkan secang sudah lama dipercaya sebagai bahan ramuan untuk mengobati sifilis, batuk darah, dan radang. Penelitian di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, secang memiliki kemampuan antioksidan dan antikanker, memperlancar peredaran darah, dan melegakan pernapasan. Cengkeh juga punya sederet manfaat. Di antaranya, mengatasi sakit gigi, sinusitis, mual, muntah, kembung, masuk angin, sakit kepala, radang lambung, batuk, terlambat haid, rematik, campak, dan lain-lain. Sebab, cengkeh memiliki kandungan eugenol, asam oleanolat, asam galotanat, fenilin, karyofilin, resin, dan gom.
Kayu manis pun tak kalah bermanfaat. Di antaranya, meningkatkan daya tahan tubuh karena kandungan antioksidannya yang tinggi. Ada beberapa penyakit yang bisa disembuhkan dengan ramuan dari kayu manis, yaitu sakit perut, kembung, sakit kepala karena sinus, kelelahan, dan kelebihan berat badan. Pala pun khasiat untuk kesehatan karena mengandung flavonoid, saponin, dan polifenol untuk mengatasi batuk berlendir, membantu pencernaan, menghilangkan kejang otot, mengurangi nyeri, mengobati masuk angin dan insomnia, serta memperlancar buang angin.
Bagaimana dengan sereh dan kapulaga? Akar sereh sejak lama digunakan sebaga peluruh air seni, peluruh keringat, pelunak dahak, bahan berkumur, dan penghangat badan. Sedangkan daun sereh digunakan sebagai peluruh angin perut, penambah nafsu makan, penurun panas, dan pereda kejang. Sementara itu, kapulaga berkhasiat untuk mengatasi keropos tulang karena mengandung atsiri, sineol, terpineol, borneol, silikat, betakamfer, sebinena, protein, gula, dan lemak.
Awalnya, bahan-bahan wedang uwuh dijual utuh berupa rempah-rempah. Namun, untuk alasan kepraktisan, kini bahan wedang uwuh juga dijual dalam bentuk instan bahkan kemasan serupa teh celup. Selain itu, ada juga varian lain wedang uwuh dengan tambahan beras kencur. Banyak pusat oleh-oleh di Yogyakarta yang menjual wedang uwuh. Salah satunya adalah Mirota Batik di kawasan Jalan Malioboro.

